Showing posts with label SANG PENGKRITIK. Show all posts
Showing posts with label SANG PENGKRITIK. Show all posts

Thursday, June 11, 2009

Land in the Cloud

Masih tentang harapan mendapatkan presiden ideal, kali ini katon bagaskara dengan syairnya, Di bayang wajahmu Kutemukan kasih dan hidup Yang lama lelah aku cari Dimasa lalu Kau datang padaku Kau tawarkan hati nan lugu Selalu mencoba mengerti Hasrat dalam diri Kau mainkan untukku Sebuah lagu tentang negeri di awan Dimana kedamaian menjadi istananya Dan kini tengah kaubawa Aku menuju kesana.download mp3

Monday, April 27, 2009

Menembus "batas" KENIKMATAN

Orang menamai penomena ini dengan kata "bosan". Pokoknya kalau sudah punya sendiri malah jadi bosen. Beda keadaannya manakala masih berada di harapan atau angan-angan atau cita-cita. Si Badu yang lama memimpikan punya PS sendiri itu merasakan keasyikan yang sangat manakala belum punya PS sendiri dan hanya nebeng di rumah tetangganya. Justru keasyikan itu menjadi menghilang di saat dia bisa mengangkangi sendiri PSnya yang dibelikan oleh simboknya setelah menjual wedhus kesayangannya. Walaupun di minggu- minggu awal dia masih merasakan keasyikan yang sama seperti di rumah tetangganya. Begitulah kehidupan. Justru kenikmatan segala sesuatu dalam hidup ini bisa lebih terasa manakala segalanya masih dalam harapan dan cita-cita. Manakala harapan dan cita-cita itu tercapai, seseorang mengalami proses pendataran dan selanjutnya penurunan di dalam hal level kenikmatannya.[www.pitutur.net]

Friday, April 10, 2009

The story of SHOLAT JUM'AT

Seperti biasa, sepulang sholat Jum'at simbah pulang rame-rame bersama jamaah sholat yang keluar dari masjid dengan wajah seperti orang bangun dari tidur panjang. Lha pigimanah tidak, ha wong khotibnya berkhotbah dengan cara mbaca dengan nada deklamasi anak TK tanpa menengok ke jamaah. Padahal jamaahnya banyak yang sudah pada semaput, sang khotib masih asyik menyelesaikan deklamasinya yang kudu rampung itu. Karena gak sabaran, serombongan jamaah di pojokan masjid berteriak amin setiap sang khotib sampai pada tanda titik di kalimat khotbahnya. Jadi macam doa yang diamini saja. Untungnya sang khotib paham. Ucapan amin oleh serombongan jamaah di pojokan masjid diterima dengan baik sinyalnya oleh sang khotib. Meskipun hanya ucapan "Amin" , namun sebenarnya pesan lengkapnya sebagai berikut : "Pak khotib, sampeyan sudah keterlaluan lamanya khotbah. Sudahlah, segera selesaikan. Sudah banyak yang semaput tuh..!!"[www.pitutur.net]

design by :
Gank Cepex Raya
chat mig33: nantowow
@ AMPUH 2008-2010
Support
mr. kendhin